“Udah bayar mahal-mahal, tetep aja
lelet!!!!” mungkin hal itu sering kamu ucapkan saat mengeluhkan koneksi
internet lelet atau lambat. Saya yakin pasti kalian pernah mengalaminya, saya sendiri pun pernah merasakannya, bahkan sering
hehe
Tanpa kita sadari internet sudah
menjadi bagian dari hidup kita, mulai dari komunikasi, bahkan pekerjaan/bisnis
pun mengandalkan internet.
Menurut riset, kecepatan koneksi internet di Indonesia
memnduduki peringkat ke-99 untuk wilayah Asia Pasifik.
Dari data diatas terlihat bahwa
kecepatan koneksi internet Indonesia rata-rata 12,8 Mbps (Megabits per seconds)
dan masih jauh tertinggal dengan negara-negara saingannya seperti malaysia,
hongkong, hingga korea selatan.
Pernah kepikiran gak sih “Kenapa koneksi Internet Internet di
Indonesia lambat dan Mahal?”

Indonesia tidak memiliki koneksi
langsung ke jaringan Internasional atau biasa disebut Tier-1 yang berpusat di
Amerika,Sehingga koneksi internet harus melalui beberapa negara terlebih dahulu
seperti Singapura,Hongkong, Hawai, dan berakhir di Amerika, dikarenakan
mahalnya koneksi maka satu jalur koneksi harus dibagi ke beberapa user sehingga
menyebabkan koneksi lambat, jika Indonesia memiliki koneksi langsung ke Tier-1
maka negara-negara seperti yang disebutkan diatas mendapatkan pesaing, sehingga
harga bandwith saling berkompetisi. Disamping itu untuk layanan internet yang
berbasis satelit, harus menggunakan satelit dalam negeri seperti contohnya 2
operator seluler yang menyediakan layanan internet yang notabene tarifnya mahal. Sebagai
perbandingan tarif internet Indonesia 48 kali lebih mahal daripada Singapura.

Indonesia tercatat sebagai Negara
dengan pengguna Internet terbanyak ke-8 di dunia, dan untuk wilayah Asia
Pasifik, Indonesia berada di posisi ke-4 setalah Tiongkok (cina), India,
dan Jepang. Hampir ¼ atau sekitar 22.4% dari seluruh total populasi Indonesia
adalah pengguna Internet. Hal merupakan salah satu factor yang membuat
lambatnya biaya Internet di Indonesia, karena dengan tingginya pengguna
Internet maka pembagian jaringan internet menemui titik limitnya, dan otomatis
koneksi Internet pun akan lambat.

Pemerintah di Negara-negara lain di
luar Indonesia sangat selektif dalam hal memberikan ijin bagi operator baru
yang ingin membuka sebuah perusahaan dan biasanya tidak lebih dari 5 perusahaan
operator yang beroperasi. Tidak sama halnya di Indonesia, kini terhitung kurang lebih ada 9 operator
seluler di Indonesia. Ini menyebabkan jaringan internet tidak efisien , karena
masing-masing operator akan mendapatkan spekturm jaringan yang sangat kecil
karena harus berbagi dengan operator lainnya yang ikut bersaing dalam hal
menyediakan layanan koneksi internet. Dan sebagai dampaknya kualitas koneksi
internet yang di dapatkan oleh konsumen yang berlangganan akan lambat.
Teknologi
Jaringan yang memadai sangat berpengaruh sekali dengan kecepatan internet yang
ada di Indonesia. Kebanyakan dari pengguna internet yang ada pada saat ini
cenderung lebih mementingkan harga dibanding kualitas.
Misalnya
saja, Banyak suatu perusahaan atau user yang tidak menggunakan alat/teknologi
jaringan seperti wifi, router, nirkabel yang berkualitas. Akibatnya penyampaian
sinyal atau koneksi pun menjadi terganggu karena alat yg tidak memadai.
Karena pada
dasarnya kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan produk.
Produk yang berkualitas tentu akan menghasilkan kecepatan yang jauh lebih baik.
Padahal di
Indonesia sudah banyak perusahaan yg memproduksi teknologi jaringan dengan
kualitas terbaik bahkan kelas dunia seperti cisco, TP-link, Mikrotik, Juniper
dsb.
Tapi kalo
menurut saya Cisco yang paling bagus dibanding yang lainnya. berdasarkan
pengalaman yang pernah saya rasain kalo pake produk jaringannya cisco kaya
nirkabel (wifi) koneksi internet dirumah jadi jauh lebih cepet.
Buat
sharing pengalaman aja, kalo beli perangkat jaringan kaya cisco, mikrotik,
juniper, dll jangan asal beli disembarang supplier, karena banyak penipuan
seperti isinya diambil, dan dirubah2 dalamnya.
Kalo saran saya, beli di distributornya langsung aja, lebih aman dan terpercaya.
Salah satu
distributor perangkat jaringan yang saya tau di Indonesia adalah Beli Cisco
(distributor dari cisco), disana tersedia berbagai macam produk cisco mulai
dari router, nirkabel, switch dsb.

Selain banyaknya jumlah operator
seluler penyedia layanan internet di Indonesia, program promosi-promosinya pun
juga mempengaruhi tingkat kecepatan koneksi Internet di Indonesia. Wajar
apabila koneksi internet di Indonesia sangat lambat karena program,-program
promosi tersebut yang bertujuan menjaring pelanggan cenderung membuat kualitas
jaringan menurun. Dan juga besar biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen
sebanding dengan kualitas jaringan yang mereka terima, sehingga patokan harga
ala operator tersebut sudah membudaya.
Indonesia adalah negara kepualan yang memiliki pulau terbanyak
di dunia. Tercatat lebih dari 13 ribu pulau berada di kawasan Indonesia yang
terbentang seluas 1.9 km2, serta ciri khas wilayah Indonesia yang berbukit dan
berlembah menjadi masalah bagi operator penyedia jaringan internet dalam
membangun infrastruktur jaringan internet. Intinya, mereka membutuhkan biaya
yang relative besar dalam membangun infrastruktur tersebut dibandingkan dengan
wilayah dengan medan geografis yang normal, hal inilah salah satu factor
penyebabyang lambat dan mahalnya biaya internet di Indonesia.

Bila diantara agan ada yang pernah
ingin ataupun sudah membangun sebuah website dengan menggunakan hosting server,
pasti tahu kalo biaya dengan server lokal lebih mahal dibandingkan server luar
negeri. Memang benar bahwa kecepatan server hosting di luar Indonesia lambat
namun dengan harga yang murah, inilah yang mebuat kebanyakan para webmaster
Indonesia lebih memilih server hosting luar negeri untuk menghemat biaya.
Sehingga pengguna internet dari Indonesia yang kebetulan berkunjung ke website
dengan layanan hosting luar negeri akan
merasakan lambatnya loading website tersebut.
![]() |
Perusahaan
operator seluler di Indonesia diwajibkan membayar BHP atau Biaya Hak
Penyelenggara dengan nilai nominal yang sangat tinggi. Hal ini membuat
perusahaan-perusahaan tersebut berpikir agar tidak terjadi kerugian,
maka mereka melakukan segala cara yang efisiensi agar modal mereka bisa
kembali. Dampaknya lagi-lagi tertuju pada konsumen atau pelanggan yang
otomatis harus membayar mahal juga terhadap jasa internet yang
disediakan perusahaan opearotor seluler tersebut. Sisi nengatif laiinya
dari tingginya biaya BHP adalah terhambatnya perkembangan teknologi yang
di bangun dibangun oleh operator seluler, misalkan teknologi 3G (ROI)
yang katanya belum kembali modal, otomatis investasi operator pada
teknologi berikutnya seperti 4G/LTE jelas tidak mungkin dilakukan.
Semoga bisa bermanfaat & menambah wawasan serta pengetahuan. Jangan lupa kasih komentar dan sarannya ya :D
Semoga bisa bermanfaat & menambah wawasan serta pengetahuan. Jangan lupa kasih komentar dan sarannya ya :D